Tulisan ini saya tulis setengah tahun yang lalu….

Saya posting lagi di blog ini, untuk nambah postingan awal-awal ……

Mudah-mudahan bermanfaat

————————————————————————————————————

Hari Sabtu, tgl 22 November 2008, saya ke video ezzy, untuk nyari film-film dulu
Setelah memilah dan memilih, akhirya saya minjem dua film, yang salah satunya adalah film “Medley” yang konon katanya merupakan film yang tidak biasa menurut sinopsis yang saya baca. (minimal dibanding sinetron Indonesia kayaknya lebih baik deh…)

Sampe rumah saya langsung nonton film medley….

Film dengan ide cerita – bukan para pemeran & aktingnya – yang menurut saya luar biasa. Berkisah tentang seorang pegawai swasta, yang sangat tidak puas dengan kehidupannya yang sekarang…
Dia tidak puas dengan pekerjaannya, tidak puas dengan penghasilannya, tidak puas dengan kehidupan sosialnya, tidak puas dengan keluarganya (istri n anaknya), dan selalu memikirkan kehidupan yang lain yang bisa dia pilih dimasa lalunya… (lebih…)

Iklan

Apakah kemudian tanda – tanda tersebut cukup???

ternyata bagi non-believer, tanda – tanda tersebut sangatlah tidak cukup.

Mereka kemudian berkata,

“Mumi tersebut tidaklah membuktikan apa-apa
Wajar bila sosok Firaun tersebut masih utuh, karena Firaun telah dibalsem sebelumnya oleh para Rahib Mesir
Begitupun dengan tangan Firaun yang terangkat,itu hanya sekedar anomali pada Mumi saja…
Jadi, pernyataan yang ada dalam Al Quran anda tidak membuktikan apa-apa”

Baiklah,
Memang sulit untuk membuka mata orang-orang seperti ini….
karena itu, hendaknya kita memperlihatkan bukti kedua dari mu’zizat Al Quran

Q.S Al Qashash 28 : 38
“Firaun berkata, ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Haman, bakarlah tanah liat untukku, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk pendusta”

(lebih…)

Q.S. Yunus 10:92

“Pada Hari ini, Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami”


Tahun 1872, seorang petani Mesir secara tidak sengaja menemukan jalan masuk Kuil Laut dimana raja-raja Mesir kuno dimakamkan. Selama 10 tahun, para petani beserta saudara-saudaranya secara sembunyi-sembunyi mencuri perhiasan dan perabotan di makam tersebut untuk kemudian dijual.

Hingga salah seorang saudara mereka melaporkan penemuan tersebut setelah terjadi perbedaan pendapat dalam keluarga petani tersebut.

6 Juli 1881, petugas Lembaga Kepurbakalaan Mesir kemudian melakukan pemindahan semua peninggalan sejarah tersebut termasuk mummi para raja (Firaun).

Ketika mereka membuka lapisan-lapisan penutup tubuh dari Raja Ramses II (Firaun pada masa Nabi Musa), para ahli purbakala terkejut dengan kondisi tangan dari Firaun yang ini…

“Aneh sekali apa yang terlihat dari Firaun yang mengangkat tangan keatas. Ia seperti sedang menolak bahaya dari dirinya.”

Bila direkonstruksi ulang ke lebih dari 3000 tahun yang lalu;

(lebih…)

Al Baqarah 2: 30

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Itulah pertanyaan yang berumur ribuan tahun (atau mungkin puluhan atau ratusan ribu tahun)

“Mengapa manusia diciptakan?”

Al Quran menyebutkan bahwa manusia diciptakan salah satunya adalah untuk beribadah pada Allah…

seorang agnostik kemudian bertanya….

“Mengapa Allah begitu mendambakan penghambaan dan penghormatan (peribadatan) dari makhluk lain?, bukankah itu memperlihatkan ketidak percaya dirian Tuhan akan kebesaran-Nya sendiri?”

Lihatlah bagaimana Allah menjawab melalui Quran ….

“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

(lebih…)

Tulisan ini saya buat karena terinspirasi oleh tulisannya mas Haniifa

Walau saya tidak setuju dengan semua tulisan beliau di artikelnya tersebut….

Namun tulisan mas Haniifa menjadi pemicu suatu pemikiran yang sebelumnya hanya sekedar lewat saja….

In Babbage’s times there was a really high error rate in the calculation of math tables, when Babbage planned to find a new method that could be use to make it mechanically, removing the human error factor. This idea started to tickle his brain very early, in 1812.

Kemudian dilanjutkan dengan interpretasi mas Haniifa

Dari artikel diatas jelas bahwa menurut Charles Babbage :  Faktor perkalian mempunyai tingkat kesalahan  yang sangat tinggi dalam perhitungan tabulasi matematika.

Tapi….

Bukan tulisan diatas yang men”trigger” otak nan kecil ini…

tulisan mas Haniifa yang inilah yang membuat saya berpikir….

Hanya dengan SATU ayat saja, Al Qur’an mampu memecahkan asal-muasal notasi bilangan.

Naqli= (Kebenaran Mutlak)
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu(QS 112:1),

(lebih…)