Q.S. Yunus 10:92

“Pada Hari ini, Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami”


Tahun 1872, seorang petani Mesir secara tidak sengaja menemukan jalan masuk Kuil Laut dimana raja-raja Mesir kuno dimakamkan. Selama 10 tahun, para petani beserta saudara-saudaranya secara sembunyi-sembunyi mencuri perhiasan dan perabotan di makam tersebut untuk kemudian dijual.

Hingga salah seorang saudara mereka melaporkan penemuan tersebut setelah terjadi perbedaan pendapat dalam keluarga petani tersebut.

6 Juli 1881, petugas Lembaga Kepurbakalaan Mesir kemudian melakukan pemindahan semua peninggalan sejarah tersebut termasuk mummi para raja (Firaun).

Ketika mereka membuka lapisan-lapisan penutup tubuh dari Raja Ramses II (Firaun pada masa Nabi Musa), para ahli purbakala terkejut dengan kondisi tangan dari Firaun yang ini…

“Aneh sekali apa yang terlihat dari Firaun yang mengangkat tangan keatas. Ia seperti sedang menolak bahaya dari dirinya.”

Bila direkonstruksi ulang ke lebih dari 3000 tahun yang lalu;

firaun17jy1“Firaun dan tentara yang mengikutinya sampai di pantai. Ia mendapati ada jalan terbelah di tengah-tengah laut, Firaun pun memutuskan untuk melalui jalan itu, yang kemudian diikuti oleh bala tentaranya dengan segala perbekalannya. Senyum kemenangan tampak diwajah mereka.Hanya butuh beberapa saat saja mereka bisa menyusul Bani Israil yang melarikan diri tersebut.

Tiba-tiba, ombak besar datang, laut yang terbelah itu menutup. Dengan gerakan refleks ia mengangkat tangan kirinya sambil memegang perisainya untuk berlindung dari ombak yang menggulung kearahnya.

Firaun (Ramses II) pun mati dalam keadaan kaget.” (Ensiklopedia Mu’zizat Al Quran, 143)

Q.S. Ali Imran : 190

إِنَّ فِ خَلْقِ اُلسَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْيِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّحَا رِ لَأَ يَاتٍ لِّأُ وْ الْأَ لْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.