Al Baqarah 2: 30

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Itulah pertanyaan yang berumur ribuan tahun (atau mungkin puluhan atau ratusan ribu tahun)

“Mengapa manusia diciptakan?”

Al Quran menyebutkan bahwa manusia diciptakan salah satunya adalah untuk beribadah pada Allah…

seorang agnostik kemudian bertanya….

“Mengapa Allah begitu mendambakan penghambaan dan penghormatan (peribadatan) dari makhluk lain?, bukankah itu memperlihatkan ketidak percaya dirian Tuhan akan kebesaran-Nya sendiri?”

Lihatlah bagaimana Allah menjawab melalui Quran ….

“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

kalo boleh saya analogikan, jawaban diatas mirip dengan seorang ayah/ibu ketika ditanya oleh seorang anak nya yang masih berusia 5 tahun yang bertanya….

“Jin tidak bisa kita lihat, Tuhan pun tidak bisa kita lihat, apakah Jin dan Tuhan itu sama?”

atau bertanya yang lebih sederhana

“apa seh yang dimaksud dengan teorema phytagoras?”

sang ibu/ayah, mungkin akan menjawab…

“Nak, kau masih terlalu kecil untuk mengerti akan hal tersebut…”

…..

Mungkin seperti itulah yang ingin disampaikan oleh sang Khalik….

Manusia belum memiliki kemampuan akal yang cukup untuk dapat mengerti hal-hal tersebut…..

Kemampuan akal tersebut mungkin baru bisa kita miliki setelah akhirat nanti

Itulah mengapa kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan “bodoh” semacam…

“Jika Tuhan Maha Besar, mampukah Dia menciptakan Batu yang lebih besar dari Dia sendiri sehingga Dia tidak mampu untuk mengangkatnya??”

sungguh kawan…

jawabannya sungguh sederhana

“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

Wallahualam